budayakan lebah Aceh untuk jangka panjang,
wahai masyarakat Aceh, mari budidayakan lebah Aceh
Februari 7, 2009 oleh yaumainternationallangkahku
Desember 23, 2008 oleh yaumainternationalTakkan Kujual Langkahmu dengan Harga Seribu
Sudah lama tak kudengar langkahmu..
Langkah yang selalu berubah-ubah rima..
Langkah hati-hati, tak ingin menginjak seekor semut pun yang sedang menjinjing nasi di punggungnya..
Karena kau bilang, nanti kau akan repot mencari keluarganya dan meminta maaf atas kematiannya..
Kau juga suka mengendap-endap melewati pohon mangga, tak ingin membangunkan ratu lebah yang kerjanya hanya tidur meringkuk manja, walaupun aku tau kau sebal dengannya, ya kan?
Kau bilang, kau takut tak punya cukup madu untuk meredam kemarahan bala tentaranya..
Tunggu, mau kau kumpulkan dulu, baru kau akan menggedor kamar si Pemalas itu..
Kau juga punya langkah riang melompat-lompat dan sesekali menepukkan kedua kakimu di udara..
Saat kau berhasil memetik kaktus gurun ternama tanpa duri menempel sedikitpun di dada..
Kemudian kau berikan pada Kekasihmu dengan langkah malu-malu..
Kaktus itupun layu, tak tahan dengan pancaran panasnya pipimu..
Aku paling suka langkah lebarmu, langkah mantap dan sedikit terburu, seperti ada rasa rindu..
Ketika kau menuju rumah berkubah hijau bertahtakan al-qamar wan-najmu,
Lalu kau lantunkan lagu kerinduan-Nya melihat wajah-wajah basah dan hati-hati yang berserah..
Mereka datang dengan langkah bersiap pasrah.
Kaki-kaki mereka basah, lengan pundak saling beradu di belakangmu..
Kau lebarkan kakimu selebar bahu, lalu kau terpaku..
Tergugu, terharu..
Hey…
Aku terpana melihatmu berjalan
Kau di bumi, namun langkahmu membekas di langit..
Lihat jejakmu itu, membuat lubang di langitku, dan menjadi sarang bagi bintang-bintang nakalku..
Langkah dan perjuagan
Desember 23, 2008 oleh yaumainternationalTakkan Kujual Langkahmu dengan Harga Seribu
Sudah lama tak kudengar langkahmu..
Langkah yang selalu berubah-ubah rima..
Langkah hati-hati, tak ingin menginjak seekor semut pun yang sedang menjinjing nasi di punggungnya..
Karena kau bilang, nanti kau akan repot mencari keluarganya dan meminta maaf atas kematiannya..
Kau juga suka mengendap-endap melewati pohon mangga, tak ingin membangunkan ratu lebah yang kerjanya hanya tidur meringkuk manja, walaupun aku tau kau sebal dengannya, ya kan?
Kau bilang, kau takut tak punya cukup madu untuk meredam kemarahan bala tentaranya..
Tunggu, mau kau kumpulkan dulu, baru kau akan menggedor kamar si Pemalas itu..
Kau juga punya langkah riang melompat-lompat dan sesekali menepukkan kedua kakimu di udara..
Saat kau berhasil memetik kaktus gurun ternama tanpa duri menempel sedikitpun di dada..
Kemudian kau berikan pada Kekasihmu dengan langkah malu-malu..
Kaktus itupun layu, tak tahan dengan pancaran panasnya pipimu..
Aku paling suka langkah lebarmu, langkah mantap dan sedikit terburu, seperti ada rasa rindu..
Ketika kau menuju rumah berkubah hijau bertahtakan al-qamar wan-najmu,
Lalu kau lantunkan lagu kerinduan-Nya melihat wajah-wajah basah dan hati-hati yang berserah..
Mereka datang dengan langkah bersiap pasrah.
Kaki-kaki mereka basah, lengan pundak saling beradu di belakangmu..
Kau lebarkan kakimu selebar bahu, lalu kau terpaku..
Tergugu, terharu..
Hey…
Aku terpana melihatmu berjalan
Kau di bumi, namun langkahmu membekas di langit..
Lihat jejakmu itu, membuat lubang di langitku, dan menjadi sarang bagi bintang-bintang nakalku..
Desember 22, 2008 oleh yaumainternational
Lebah merupakan sekelompok besar serangga yang dikenal karena suka hidup berkelompokm meskipun sebenarnya tidak semua lebah bersifat demikian. Semua lebah masuk dalam suku/familia Apidae (ordo Hymenoptera: serangga bersayap selaput). Di dunia terdapat kira-kira 20.000 spesies lebah dan dapat ditemukan di setiap benua, kecuali Antartika.
Sebagai serangga, ia mempunyai tiga pasang kaki dan dua pasang sayap. Lebah membuat sarangnya di atas bukit, di pohon kayu dan pada atap rumah. Sarangnya dibangun dari malam yang terdapat dalam badannya. Lebah memakan nektar bunga dan serbuk sari.
Daftar isi |
//<![CDATA[
if (window.showTocToggle) { var tocShowText = "tampilkan"; var tocHideText = "sembunyikan"; showTocToggle(); }
//]]>
[sunting] Cara hidup
Serangga betina memiliki peran penting dalam kelompok serangga ini. Perilaku dari lebah sangat ditentukan oleh perilaku dari lebah betina. Beberapa lebah betina dari spesies tertentu hidup sendiri (soliter) dan sebagian lainnya dikenal memiliki perilaku sosial. Lebah soliter membangun sendiri sarangnya dan mencari makan untuk keturunnya tanpa bantuan lebah lain dan biasanya mati atau meninggalkan sarang pada saat keturunnya belum menjadi lebah dewasa. Kadang kala beberapa spesies lebah soliter memberi makan dan merawat anaknya tanpa memberikan cadangan makanan bagi anaknya, bentuk hubungan seperti ini dikenal dengan istilah subsosial. Sementara pada tahap lebih tinggi, lebah hidup berkelompok dan saling berbagi tugas sesuai dengan bentuk fisik masing-masing. Dalam suatu kelompok (disebut “koloni”) terdapat tiga “kasta“, yaitu:
- lebah ratu;
- lebah betina (juga dikenal sebagai “lebah pekerja”); dan
- lebah jantan.
Setiap kasta lebah mempunyai tugas masing-masing. Lebah ratu hanya satu ekor dalam setiap koloni dan mengawal semua kegiatan lebah betina dan lebah jantan. Komposisi kromosomnya diploid sehingga dapat menghasilkan keturunan. Badannya lebih besar karena sejak masih dalam bentuk larva ia diberi makan royal jelly yang kaya akan khasiat. Tugas utamanya ialah kawin dan bertelur. Lebah ratu yang aktif mampu bertelur kira-kira 2.000 butir sehari. Harapan hidup lebah ratu ialah tiga tahun.
Lebah betina atau lebah pekerja mengumpulkan serbuk sari dan nektar. Madu merupakan produk hasil pengolahan makanan ini dalam tubuhnya dan disimpan dalam sarang lebah untuk makanan, termasuk untuk larva dan pupa. Ada juga lebah betina yang bertugas membersihkan sarang dan menjaga anak-anak lebah. Harapan hidup lebah pekerja ialah tiga bulan atau lebih sedikit. Lebah betina terbentuk tanpa melalui perkawinan (“partenogenesis”) dan mandul (steril) karena hanya memiliki satu set kromosom (haploid).
Lebah jantan bertugas mengawini lebah ratu dan akan mati setelah kawin. Lebah jantan merupakan lebah hasil perkawinan (sehingga diploid) yang diberi makanan nektar dan madu biasa (bukan “royal jelly”).
Terdapat pula lebah yang hidup menyendiri, tidak dalam kelompok. Jenis lebah yang demikian disebut lebah soliter.
[sunting] Siklus hidup
Lebah menjalani metamorfosis lengkap (“holometabola”) sehingga terdapat empat tahap bentuk kehidupan:
Telur yang menetas akan menjadi larva. Pada tahapan ini, lebah pekerja akan memberi larva makanan berupa serbuk sari, nektar, serta madu. Sebagian nektar yang dikumpul oleh lebah pekerja disimpan sebagai madu. Setelah beberapa hari, larva berganti menjadi pupa dan seterusnya menjadi anak lebah.
[sunting] Pemanfaatan lebah
Lebah di alam berfungsi penting sebagai serangga penyerbuk utama. Kesukaannya akan nektar dan serbuk sari dimanfaatkan tumbuhan untuk penyerbukan dan penyebaran serbuk sari. Dalam penyerbukan buatan tanaman tertentu, lebah dipelihara dalam kurungan berisi tumbuhan yang akan disilangkan.
Madu yang dihasilkan lebah disukai oleh banyak hewan, khususnya beruang.
Manusia juga memanfaatkan madu sebagai makanan serta obat. Pemeliharaan lebah untuk diambil madunya telah dilakukan manusia sejak lama. Ilmu tentang lebah dan pemeliharaannya dikenal sebagai apiari. Usaha peternakan lebah juga disebut dengan nama tersebut.
Beberapa jenis lebah memiliki sengat yang sebetulnya bersifat fatal bagi dirinya. Sengat ini dimanfaatkan manusia dalam pengobatan serupa akupunktur yang dinamakan terapi lebah (apitherapy).
Di beberapa tempat di Indonesia larva dan pupa lebah dijadikan makanan (misalnya sebagai bothok lebah).
[sunting] Pranala luar
tolooooong
Desember 18, 2008 oleh yaumainternational
lindungi lebah dari kepunahan……….

lebah sedang mengupayakan reboisasi alamian
SebabPunahnya Lebah
Desember 18, 2008 oleh yaumainternationalPara peneliti dari Pennsylvania State University, Amerika Serikat telah meneliti penyebab kematian lebah madu akibat suatu penyakit yang disebabkan oleh pestisida.
Penyakit tersebut telah mematikan puluhan koloni lebah dari ribuan koloni lebah di 35 negara bagian di Amerika Serikat. Kematian lebah akbibat penyakit ini mengancam kehidupan para peternak lebah, petani bunga dan petani buah apel, biji-bijian, serta jeruk, karena mereka mengandalkan lebah untuk penyerbukan bunga.
David Hackenberg dari Penn State, seorang peternak lebah yang melaporkan pertama kali tentang kerugian peternakannya. Dia mengalami kerugian 75 % dari peternakannya yang berjumlah 3.200 koloni.
Neonecotinoid adalah penyebab kematian lebah-lebah tersebut ditemukan dalam lebah yang mati akibat penyakit ini. Neonecotinoid merupakan salah satu tipe pestisida. Neonecotinoid tidak mengandung nekotin (zat adiktif yang terdapat dalam tembako). Dinamakan neonecotinoid karena targetnya pada sel syaraf dengan cara kerja mirip seperti nikotin (Sumber: Japan Time 17 Juni 2007).
Teman-teman sila datang kesekolah kami
November 25, 2008 oleh yaumainternationalSaya master student bidang LINGKUNGAN di universiti Gothenberg
> Sweeden.Saya menulis ENVIRONMENTAL ISSUES AND PROBLEMS IN INDONESIA
> AND MALAYSIA.Saya minta bantuan dari semua di mana saya bolih jumpa
> ahli NGO Lingkungan di Medan.Saya akan datang ke medan pada
> 30.1.2003.Saya minta bantuan dan informasi dari saudara.Sila hantar
> email kamu ke kogilam hotmail dot com.sekian terima kasih
> Young Benar
> Kogilan
> Sweeden
Lindungi Pohon Surga yang terdapat diperdalaman hutan Aceh
November 25, 2008 oleh yaumainternationalAramadu, ara peuleukeum, araguseuk adalah beberapa pohon unik yang sangat digemari oleh lebah madu, pohon ini terbukti dapat diandalkan sebagai pohon nya markas lebah ,adu. dan bila pohon ini ditanam merata dihutan dunia, maka pastilah hutan dan kota kita didunia ini akan bebas dari polusi, sebab lebah akan berkerja ektra dalam proses penyerbukan bunga bungan rimba.
Salam Ara Madu
November 25, 2008 oleh yaumainternational
v\:* {behavior:url(#default#VML);}
o\:* {behavior:url(#default#VML);}
w\:* {behavior:url(#default#VML);}
.shape {behavior:url(#default#VML);}
<!– /* Font Definitions */ @font-face {font-family:Mangal; panose-1:0 0 4 0 0 0 0 0 0 0; mso-font-charset:1; mso-generic-font-family:roman; mso-font-format:other; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:32768 0 0 0 0 0;} @font-face {font-family:”Arial Narrow”; panose-1:2 11 5 6 2 2 2 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;} @font-face {font-family:”Bell MT”; mso-font-alt:”Times New Roman”; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:roman; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;} @font-face {font-family:”Agency FB”; mso-font-alt:”Trebuchet MS”; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:”"; margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”; mso-bidi-font-family:Mangal; mso-bidi-language:HI;} p.MsoHeader, li.MsoHeader, div.MsoHeader {margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; tab-stops:center 216.0pt right 432.0pt; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”; mso-bidi-font-family:Mangal; mso-bidi-language:HI;} p.MsoFooter, li.MsoFooter, div.MsoFooter {margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; tab-stops:center 216.0pt right 432.0pt; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”; mso-bidi-font-family:Mangal; mso-bidi-language:HI;} @page Section1 {size:612.0pt 792.0pt; margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; mso-header-margin:36.0pt; mso-footer-margin:36.0pt; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} –>
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-parent:”";
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin:0cm;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Times New Roman”;
mso-ansi-language:#0400;
mso-fareast-language:#0400;
mso-bidi-language:#0400;}
YAUMA International mengucapkan Salam Madu untuk dunia kita yang damai dan hijau…
Kami menawarkan mustika hutan Aceh kepada Comunitas Hutan Dunia, dan Bagi Anda Yang perduli pada perkembangan dunia, saat dunia kita berkembang surut YAUMA telah menemukan sebuah resep tradisional yang selama ini menjadi rahasia hutan Aceh dari masa kemasa
Sebuah rahasia besar alam Aceh inilah yang hendak kami persembahkan kepada hutan dunia agar.
RAHASIA di BALIK SEBATANG POHON.
Tersebutlah Sebatang Pohon Aramadu yang menjadi ratu bagi pohon ara madu yang lain, batang ratu itu konon telah mengikat kontrak dengan sekian Peri ratu lebah dan keturunan-keturunannya yang kelak akan menjadi, dan perjanjian ini kerap diperbaharui per dua kali dalam setahun, perjanjian itu menyangkut rencana menjadikan pohon aramadu sebagai pohon khusus bagi lebah madu penyunting .tepatnya perjanjian itu diperbaharui pada setiap bulan empat dan bulan 12.
dan sampai sekarang para pihak terus menerus memperbaharui perjanjiannya dengan tanpa menemukan kendala yang berarti dalam pelaksanaannya dilapangan.
dimana- ada hutan yang terdapat didalamnya pohon aramadu dewasa, maka dapat dipastikan disitu terdapat juga Komunitas lebah madu penyunting.
NAH…………………..
kalau sekalian kita berkomitmen untuk mengembangkan pohon aramadu keseluruh dunia, maka dapat dipastikan hutandunia akan meningkatkan daya produksinya mencapai 300% dalam setahun, dengan begitu masalah global warming akan segera teratasi. dan Negara Maladewa yang daratannya cuma satu meter diatas air tak bakal tenggelam walaus salju akan terus mencair? karna pohon pohon akan menyerap air laut yang mencair itu.
Kasian Ibukota Mali itu jika dibiarkan tenggelam…
Mengenal dan mengembangbiakkan Pohon surga dihutan anda
November 25, 2008 oleh yaumainternational Normal
0
false
false
false
MicrosoftInternetExplorer4
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-parent:”";
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin:0cm;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Times New Roman”;
mso-ansi-language:#0400;
mso-fareast-language:#0400;
mso-bidi-language:#0400;}
Assalam………
Saudara
setanah air yang saya hormati, perkenankan kami untuk memperkenalkan diri dan
menawarkan penyelesaian konflik abadi bagi pemberontakan Aceh secara permanen
melalui program pertanian dan penghijauan bagi kesuburan hutan dan kemakmuran
rakyat..
YaUMA
Community adalah sebuah komunitas Pengembangan Utan Madu Aceh, sebagai strategi
berkala atas konflik panjang penyita energi bangsa ini dalam menemukan
jatidirinya sebagai bangsa yang maju dan gemilang insya Allah…
Pasca perdamaian Aceh,
rakyat Aceh tempatan tak sudi lagi terjebak dalam provokasi gila segelintir
masyarakat Aceh di perantauan.dalam masa senggang ini YaUMA Community hendak
persembahkan keamanan sejati di Provinsi NAD, dengan satu solusi pasti, yaitu
menutup hutan secara total bagi pelaku konflik, dengan melibatkan pemukim kaki
gunung di seluruh Aceh, lewat program “Hutan Subur Petani Makmur dalam Bingkai
NLKRI.” Untuk ini kami telah merangkul Putra setempat dimana pillot projec dilakukan.
Sistem pengamanan hutan Aceh yang
kami tawarkan dengan metode pertahanan keamanan biologis. Utan Madu Aceh adalah
solusi konflik sistematis dari anak bangsa Provinsi NAD, yang tercerahkan oleh
konflik, tsunami dan perdamaian abadi bagi seratus
tahun Indonesia Merdeka……
SEKALI MENDAYUNG
DUA/ TIGA PULAU TERLALUI
Seiring dengan
konsep pengamanan biologis yang kami tawarkan, YaUMA Community telah menemukan benang merah kerusakan hutan
didunia dewasa ini. Masalah hutan dunia cuma satu dengan dua ekspresi, “ Bumi
manusia terlalu banyak dihuni oleh pelaku ilegal logging & terlalu sedikit
komunitas lebah penyunting ,” Utan Madu Aceh juga merupakan solusi atas
Global
Warming yang kian merisaukan para ilmuan Barat dan Eropa pada dekade akhir ini. Khusus untuk Aceh,
keadaan hutan kita diperparah dengan aksi Ilegal Logging para GPK-PDA (Gerakan Pengacau Keamanan
Pasca Damai Aceh). Dan perbuatan cela itu tak terbendung oleh aparat penegak
hukum yang ada di Provinsi NAD.
Sertelah mengamati fenomena ini, menyibak,
serta menemukan formula solusi konflik Aceh. hingga sampai pada kesimpulan
bahwa setiap benih konflik selalu tumbuh pada “medan yang mendukung,” dalam hal
ini hutan telah menumbuhkan pemberontakan. Dimanapun model gerilya hutan telah
menjadi pilihan utama bagi setiap pemberontakan di seluruh dunia pada umumnya
dan di Provinsi Aceh khususnya…..
Masyarakat miskin dengan ekonomi
dibawah standar para bermukim di kaki pergunungan adalah pemasok logistik utama
bagi pemberontak tak terkecuali bagi PUSA/DII/TII/AM/GPK-HT/
GAM/(MP-GAM…?)
Dengan demikian tersimpulkan juga
bahwa petani adalah penyangga kedaulatan Bangsa Indonesia. Apa bila petani miskin
ini dicerahkan melalui program bimbingan pertanian berjangka dan diperluas
akan wawasan kebangsaannya dengan menyertakan
Siswa/i setempat dalam upaya memupuk kesadaran kebangsaan dan memajukan kampung
halaman.
Kami mencermati tragedi Aceh….
Semua gerakan perlawanan punya satu teori perang yang nyaris sama, antara satu
sama lainnya.Yakni menyangkut teori penguasaan: “ Kuasai mental pasukan agar
pasukan dapat menguasai rimba, dengan demikian masyarakat ditaklukkan. Dan bila
massa dalam genggaman maka Aceh selalu
ada dalam pangkuan.”
PERTAHANAN BIOLOGIS.
Hutan Madu Aceh yang kami canangkan merupakan program kerja
jangka panjang guna menyongsong seratus
tahun Republik Indonesia merdeka. Hutan Madu Aceh adalah Pillot Projec sekaligus
sosialisasi program Hutan Madu Indonesia kelak.
PENGEMBAG
BIAKAN LEBAH LIAR.
1.
Pengenalan
Lebah Madu
Lebah tergolong hewan yang sangat istimewa memorinya ,
menurut Allah Swt lebah bekerja atas ilham-Nya. Seperti dijelaskan dalam Surah An Nahl Ayat 68-69.
Dan Tuhanmu
memberi ilham kepada lebah: “Hendaklah engkau membuat sarangmu digunung-ganung
dan di pokok-pokok kayu, dan juga di bangunan-bangunan yang didirikan oleh manusia.Kemudian
makanlah dari segala jenis bunga-bungaan dan buah-buahan (yang engkau sukai),serta
turutlah jalan-jalan peraturan Tuhanmu yang diilhamkan dan dimudahkannya
kepadamu”. (Dengan itu) akan keluarlah dari dalam badannya minuman (madu)
yang berlainan warnanya,yang mengandungi penawar bagi manusia (dari berbagai-bagai
penyakit).
Sesungguhnya pada yang demikian
itu, ada tanda (yang membuktikan kemurahan Allah) bagi orang-orang yang
berfikir.
Bukankah pemberontakan juga suatu penyakit sosial
kemasyarakatan yang sangat dimungkinkan untuk diobati dengan shock terapi
lebah. Lebah dengan specialisasi tinggi, ia adalah serangga penyengat paling jinak
didunia. Diantara aneka perpohonan yang popoler
bagi Ratu Lebah untuk mengembang biakkan speciesnya, adalah pohon langka jenis Aramadu,
Arapeuleukum, Arageuseuk, dan Tualang, serta Hasanpayoung.(nama lokal)
diantara lima dari satu species pohon itu, Aramadu adalah yang paling digemari
Ratu Lebah,
pengamatan berkala yang dilakukan YaUMA
Community dengan melibatkan Pakar Lebah Madu Tradisional/ Pawang
Unow, dapat disimpulkan bahwa delapan batang dari sepuluh Aramadu dewasa akan menjadi
markas utama hewan penyunting tersebut.
Dalam tempo sepuluh tahun terhitung dari jarak masa tanam, batang Aramadu
sudah berdiameter setara dengan cincin sumur/munjing, dengan ketinggian batang
mencapai + 20-25.Meter.
Dengan ukuran batang demikian Aramadu sudah mampu menampung 150-200.
Sarang Lebah.
Dengan nilai produksi rata-rata per sangkar madu mencapai empat liter
persarang lebah. Dan ia dapat dipanen dua kali setahun, yakni bulan empat dan bulan 12. Per liter madu murni
dihargai Rp. 40.000,-( Harga Lokal). Jika YaUMA
Community dapat mengembang biakkan Aramadu keseluruh NKRI, maka per dua puluh lima tahun kedepan Negara
Republik Indonesia menjadi Negara Pertanian terkaya dan ter aman dan paling nyaman
didunia. Dengan perolehan fee karbon dioksode dari lembaga bangsa bangsa, juga
penghargaan atas upaya kita memperkenalkan pola peningkatan reboisasi alamiah kepada
dunia, dengan pengembangan Lebah liar intensive model YAUMA
KEUNTUNGAN
NEGARA PASCA 10 TAHUN PENGEMBANGAN ARAMADU.
– NKRI menjadi
negara pertama pemproduksi gula bebas toxit/gula medis, dari hutan dengan tanpa
harus menebang batang seperti tebu, atau gula jagung.
–
NKRI juga menjadi negara pemproduksi lilin terapi terbesar didunia/ juga
bahan-bahan anti septic berkualitas tinggi, dan produksi royal jelly terbanyak
didunia.
–NKRI
menjadi negara pertama yang berhasil membantu alam memperbaiki diri sendiri
dengan menunjang peningkatan rebaoisasi
alamiah hingga 1300% pertahun.
– Tak
ada tempat di hutan NKRI yang dapat dijadikan markas pemberontak/teroris atau
gerakan terlarang lainnya.
–
dunia berterima kasih atas karya nyata oleh bangsa Indonesia dalam menghambat
penipisan ozone dan atmofire
– membantu
Eropa dalam menghambat pencairan glasser (sungai es.)
– membantu
Eropa dan Barat menghambat runtuhnya gunung salju dengan upaya Pengembangan
Hutan Madu guna penurunan suhu sebagai efek rumah kaca.
–
NKRI akan menjadi pusat riset Madu dunia.
–
dan aneka temuan pengembangan pesat dunia medis menyangkut lebah dan madu, juga
ekspriment-ekspriment penting terkait pertanian dan peternakan lainnya.
–
menekan pengangguran hingga 80% diarea
Pillot Projec Hutan Madu yang sudah berhasil, dengan membuka lahan pertanian
dan industri terkait
–Hutan
Madu dapat meningkatkan hasil panen hingga 200% persen untuk jenis tanaman Muda
dan tanaman keras tertentu seperti mangga, manggis dan salak.
Enam fokus pengembangan
Aramadu efektive.
- Aramadu dapat ditanam disepanjang Bantalan Sungai se
Indonesia dengan jarak 500 meter/batang - Aramadu dapat juga ditanam di sepanjang badan jalan
lintas Kabupaten/Provinsi se Indonesia dengan jarak 500 meter/ batang. - Aramadu dapat ditanam di Area pelataran Surau/ Balai
Desa/ Menasah di seluruh Indonesia, perkampung/ desa tiga batang. - dan di hutan hutan gundul dengan radius 1 kilo meter /
batang. - Pada area hutan negara-negara sahabat yang memerlukan
peningkatan rebiosasi alamiah dengan cepat. - ditaman-taman
kota, sebab Aramadu tidak akan tumbang atau lekang dahan secara tiba-tiba.—
Inilah sebab lebah memilih Aramadu sebagai markas,—
YANG WAJIB UNTUK
SEGERA KITA LAKUKAN
- Mengenali kepada publik dan melindungi pohon Aramadu
yang tumbuh secara Acak diperdalaman hutan Provinsi Aceh. - merawat ditempat bibit Aramadu yang tak mungkin lagi
dipindahkan kepollybag. - memindahkan dan merawat bibit-bibit yang masih kecil
ketempat yang lebih aman. - mencari dan menyemai benih Aramadu secara intensive dan
terus menerus untuk kemudian ditanami kembali pada erea strategis yang
telah dipetakan dengan matang. - menyediakan laboratorium Pertanian dan Peternakan hewan
di lokasi Pillot Projec Aramadu.
PENUTUP
“Demikianlah
sumbangan pengalaman dan pikiran dari saya Teuku Zulfahmi BTM, berupa sumbangan
pemikiran petani bagi penyelenggara negara untuk kemaslahatan dan kerukunan
tani Indonesia.”
Wassalam:
Teuku Zulfahmi BTM.
Pemula Yayasan Utan Madu Aceh
( YaUMA Community)
Alamat. Jln Tuanku Banta Muda No 77. Kampung Mulya – Banda
Aceh.
Kontak personl.
085277776077. Website Yaumainternational.wordpress.com
E-mail Yaumainternational@ymail.coml E-mailDwigading@yahoo.com
\
